Daftar Anggaran Fantastis APBD 2020 DKi Jakarta
Daftar Anggaran Fantastis APBD 2020 DKi Jakarta
Beberapa fakta kelalaian sistim menurut Anies Baswedan yakini :
1. Anggaran influencer Rp 5 Miliar
Anggaran ini muncul setelah viral di media sosial, kelima influencer itu awalnya diminta untuk mempromosikan pariwisata dan kebudayaan DKI Jakarta kepada warganet sebagai follower di media sosial. Edy meluruskan anggaran yang dimaksudkan adalah itu bukan hanya untuk satu influencer 1 miliar, sebab didalamnya terdapat biaya belanja event dan biaya publikasi.
anggaran ini terakhir dicoret dari rancangan KUA PPAS 2020 diganti dengan anggaran balap mobil listrik formula E 2020.
2. Anggaran pembangunan jalur sepeda Rp 73,7 miliar
Dalam anggaran pembangunan jalur sepeda diusulkan di rancangan KUA PPAS 2020 hanya 4,4 miliar. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan anggaran yang diusulkan melonjak pada Oktober karena pembangunan ini menjadi prioritas Pemprov DKI.
3. Lem Ai Bon 82,8 miliar
Suku Dinas pendidikan Wilayah 1 Jabar menganggarkan membeli lem Aibon dalam program belanja alat tulis kantor 2020. anggaran ini lalu diperbincangkan di medsos oleh anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia William Aditya do akun instagramnya @willsarana.
"kami temukan anggaran cukup aneh lagi, yaitu pembleian lem Aibon sebesar Rp 82 miliar lebih oleh dinas pendidikan" tulis di akun william.
4. Anggaran pulpen Rp 124 miliar
Fraksi PSI DPRD DKI menemukan anggaran pengadaan pen sebesar Rp 124 miliar dalam rancangan KUA PPAS 2020 diwilayah I Jakarta Timur. saat itu setiap sekolah mengajukan anggaran alat tulis kantor yang terdiri atas pulpen, kertas, tipe x dan pensil disitu muncul angka Rp 124 miliar.
Ade menduga ada kesalahan dalam memasukkan rekening anggaran sehingga anggaran itu hanya dimasukkan dalam pengadaan pulpen. awalnya anggaran di masukkan rekening ATK, rupanya ketika dimasukkan anggaran itu masuklah kode rekening pulpen.
5. Anggaran Komputer Rp 121 miliar
Pengadaan 7.313 unit komputer, anggaran sebesar Rp 121 miliar ini ditemukan Fraksi PSI DPRD DKI di Dinas Pendidikan. pada awalnya komputer tersebut akan digunakan untuk ujian berbasis komputer tetapi akhirnya dicoret, awalnya demi membantu kelancaran proses ujian, tapi kemudian dalam rangka efisiensi kami mencoba alternatif lain yaitu penggunaan komputer secara bergantian, ujar Syaefulloh.
6. Anies temukan kejanggalan dalam anggaran
Dalam Unggahan di youtube Pemprov DKI Jakarta Anies membeberkan sejumlah anggaran alat tulis kantor yang janggal yakni :
a. Pulpen Rp 635 M
b. Tinta Printer Rpp 407,1 M (116 jenis komponen)
c. Kertas (F4, A4, folio) Rp 213,3 M
d. Buku Folio Rp 79,1 M
e. Pita Printer Rp 43,2 M
f. Balliner Rp 39,7 M
g. Kalkulator Rp 31,7 M
h. Penghapus Cair Rp 31,6 M
i. Rotring 5,9 M
j. Film Image Rp 5,2 M
k. Stabilo Rp 3,7 M
Anies berkata ini semua kesalahan sistim, dan sistim digital ini tidak smart. saya tidak umumkan karena memang itu review internal dan memang ada kesalahan di sistim. lalu dia mengatakan sistim yang baik seharusnya bisa langsung mengecek dan memverifikasi penginputan yang salah.

