Anwar Congo " Act Of killing"
Anwar Congo " Act Of killing"
The Act of Congo mengikuti aktivitas congo. yang merupakan bagian dari regu jagal terkenal yang mengeksekusi ratusan orang berhaluan kiri, setelah ia diundang untuk memerankan kembali pembunuhan dalam film itu. antara 1965 dan 1966 500.000 orang tewas terbunuh di indonesia selama apa yang disebut pembantaian massa, setelah kudeta yang gagal, militer mengamuk dan menargetkan semua yang terafiliasi komunisme di seluruh negeri.
Dia meninggalkan sekolah saat usia 12 tahun, dan segera menemukan dirinya terlibat dalam dunia kriminal medan. awalnya dia berkeliaran diluar salah satu bioskop paling populer dikota itu. dengan menjual kembali tiket demi mendapatkan keuntungan , mereka menjadikan bioskop sebagai pangkalan mereka.
Tak perlu waktu lama mereka terlibat dalam kejahatan yang lebih serius. mereka memeras pemilik bisnis cina setempat untuk mendapatkan uang perlindungan dan terlibat dalam penyelundupan dan perjudian illegal.
Congo dan Adi Zulkadry juga disewa sebagai pembunuh bayaran, mereka mencoba membunuh seseorang dengan buah durian namun tidak berhasil, upaya pertama mereka adalah kegagalan nyata, ujar Joshua Oppenheimer sang sutradara The Act of Killing yang juga akrab dengan Congo.
Film ini membantu menyebarkan kesadaran akan kejahatan para pelaku, mantan tahanan politik Bedjo Untung menceritakan kepada media bahwa the act of killing mengungkapkan pembunuhan tidak manusiawi yang mengerikan oleh Anwar Congo yang bertindak dengan dukungan militer dan sangat mengecewakan dia meninggal sebelum di adili.

